Wednesday, 11 November 2009

REGRET

Mampirlah ke pusaraku. Jangan kau hanya memangku pada nisannya sambil mendekap lily itu. Kau garuk-garuk tanahnya yg masih merah selirih wajahmu, lembab. Tiap senja telah kutenun rindu di melerai sepi. Dlm takdir tak ada hadir. Bila nanti sangsiku tak berdawai lg,di sisimu..

Silent Sunset

Sekali lagi bias jingga melukis cakrawala dalam balut manja di ambang fatamorgana, gelepar layar tersibak oleh kerlingan bayu yang mengantar pulang gemericiknya kepada karang. Sebelum bayang itu betul-betul berpendar di raga pasir putih, sorot matamu tetap sayu perlahan menggugurkan riuh dalam isak haru. Dimana masa tak oernah terlalu sia-sia, karena sunyinya senja.


September 26th, 2009

Lekas Deras

Tergeleparnya sengau alam sehabis petang dengan rona, di sandaran bambu rintiknya bercumbu.

Menjejal jemu, paparkan binar-binar semu.
Kelopaknya merindu bergerimis dan tersipu.

Aku ada bersama bulir air malam ini jika kau menjelma menjadi rumput dahan.



Kantin Sastra FIB UI
September 1st, 2009
19:16

Sunday, 20 September 2009

SOSOK (Part II)

Aku tak pernah lupa pada manik matanya yang sayu, yang selalu menjejal-jejal rasa gelisahku. Kadangkala ia mematung, dan sorot itu masih tetap sama, penuh ilusi tanpa sangsi. Selalu saja aku ingin membungkus deretan pengap nafasnya, sebagai kado kala kuterlelap di bahunya..


September 13th, 2009
19:05

Sunday, 6 September 2009

Lekas Deras

Tergeleparnya sengau alam sehabis petang dengan rona, di sandaran bambu rintiknya bercumbu.

Menjejal jemu, paparkan binar-binar semu.
Kelopaknya merindu bergerimis dan tersipu.

Aku ada bersama bulir air malam ini jika kau menjelma menjadi rumput dahan.



Kantin Sastra FIB UI
September 1st, 2009
19:16

Violets

Your face that replaces the darkness, drawned my temperance. Too short when every breath makes your eyes conside, too long if I want to hide a bank of violets.

September 1st, 2009
22:24

Batas Waktu

Aku ingin sekali mengikat jarum-jarum pada jam, berdamai dengan waktu. Hingga tak ada batas untuk merajuk pada bahumu, tak ada spasi yang memangkas tatapan dua bola matamu..

August 12th, 2009
15:27

Teruntuk Dia yang Jauh

Sendu menyisir tirai-tirau kayu di puing manik mata yang sayu
Terjerembab pada jeda dan tiap jengkal kilometer
Berlemah lesu menggenggam pusara haru
Ah! Rindu


Takor FISIP UI
Agustus 2009

Tuesday, 25 August 2009

BOHONG

dengar-dengar ada yang meletak lentera yang dipantera pada sebuah ruangan
mengetuk jejumput kerisauan di kelindan malam
tapi aku hanya melihat baju yang kau kenakan itu samar
membawa pergi titik cahaya yang pernah redup hingga berdegup



August 25th, 2009

Saturday, 22 August 2009

KALA

KALA

Kala bentang hidup kau tapaki, satu demi satu tertinggalah masa. Menelusur tiap keping kenangan. Dan yang masih tersisa kau genggam bersama waktu, di antara jeda tiap kedip detiknya. Mereka, tubuh-tubuh yang datang dengan beragam lebam di hadapmu. Mendaki gegap cerita bersama, dari yang haru sampai goresan baru. Umur dapat lebur saat hembusannya membuat kau tersadar bahwa kau belum berbuat apa-apa di usiamu yang menanjak kepala dua. Segala pilihan berembun layuh di percik peluhmu. Berapa banyak hingar bingar dan semerbak yang tertimbun di pucuk pengharapanmu? Jikalau dapat aku memejam dalam ricik doa, menghujam hanya ingin seonggok daging itu tetap berjiwa dirimu seperti sedia Kala...

"Selamat Hari Ulang Tahun !"



August 16th, 2009
23:29