Your face that replaces the darkness, drawned my temperance. Too short when every breath makes your eyes conside, too long if I want to hide a bank of violets.
September 1st, 2009
22:24
Sunday, 6 September 2009
Batas Waktu
Aku ingin sekali mengikat jarum-jarum pada jam, berdamai dengan waktu. Hingga tak ada batas untuk merajuk pada bahumu, tak ada spasi yang memangkas tatapan dua bola matamu..
August 12th, 2009
15:27
August 12th, 2009
15:27
Teruntuk Dia yang Jauh
Sendu menyisir tirai-tirau kayu di puing manik mata yang sayu
Terjerembab pada jeda dan tiap jengkal kilometer
Berlemah lesu menggenggam pusara haru
Ah! Rindu
Takor FISIP UI
Agustus 2009
Terjerembab pada jeda dan tiap jengkal kilometer
Berlemah lesu menggenggam pusara haru
Ah! Rindu
Takor FISIP UI
Agustus 2009
Tuesday, 25 August 2009
BOHONG
dengar-dengar ada yang meletak lentera yang dipantera pada sebuah ruangan
mengetuk jejumput kerisauan di kelindan malam
tapi aku hanya melihat baju yang kau kenakan itu samar
membawa pergi titik cahaya yang pernah redup hingga berdegup
August 25th, 2009
mengetuk jejumput kerisauan di kelindan malam
tapi aku hanya melihat baju yang kau kenakan itu samar
membawa pergi titik cahaya yang pernah redup hingga berdegup
August 25th, 2009
Saturday, 22 August 2009
KALA
KALA
Kala bentang hidup kau tapaki, satu demi satu tertinggalah masa. Menelusur tiap keping kenangan. Dan yang masih tersisa kau genggam bersama waktu, di antara jeda tiap kedip detiknya. Mereka, tubuh-tubuh yang datang dengan beragam lebam di hadapmu. Mendaki gegap cerita bersama, dari yang haru sampai goresan baru. Umur dapat lebur saat hembusannya membuat kau tersadar bahwa kau belum berbuat apa-apa di usiamu yang menanjak kepala dua. Segala pilihan berembun layuh di percik peluhmu. Berapa banyak hingar bingar dan semerbak yang tertimbun di pucuk pengharapanmu? Jikalau dapat aku memejam dalam ricik doa, menghujam hanya ingin seonggok daging itu tetap berjiwa dirimu seperti sedia Kala...
"Selamat Hari Ulang Tahun !"
August 16th, 2009
23:29
Kala bentang hidup kau tapaki, satu demi satu tertinggalah masa. Menelusur tiap keping kenangan. Dan yang masih tersisa kau genggam bersama waktu, di antara jeda tiap kedip detiknya. Mereka, tubuh-tubuh yang datang dengan beragam lebam di hadapmu. Mendaki gegap cerita bersama, dari yang haru sampai goresan baru. Umur dapat lebur saat hembusannya membuat kau tersadar bahwa kau belum berbuat apa-apa di usiamu yang menanjak kepala dua. Segala pilihan berembun layuh di percik peluhmu. Berapa banyak hingar bingar dan semerbak yang tertimbun di pucuk pengharapanmu? Jikalau dapat aku memejam dalam ricik doa, menghujam hanya ingin seonggok daging itu tetap berjiwa dirimu seperti sedia Kala...
"Selamat Hari Ulang Tahun !"
August 16th, 2009
23:29
Sunday, 26 July 2009
Ruang Rasa
Masihkah secangkir kopi yang kau minum tadi malam terasa pahit seperti malam-malam sebelumnya?
Dalam retak seringai jarum jam yang selalu ingin kau putar, karna lelah menantiku
Disini, di ruang rasa, kita berjumpa
Banten, July 24th 2009
Dalam retak seringai jarum jam yang selalu ingin kau putar, karna lelah menantiku
Disini, di ruang rasa, kita berjumpa
Banten, July 24th 2009
SOSOK
Degup pada ranah buaian jiwa tak kunjung redup
Salahkah aku jika mulai takut kehilangannya?
July 16th, 2009
21:16
Salahkah aku jika mulai takut kehilangannya?
July 16th, 2009
21:16
GOLDEN MOMMENT
GOLDEN MOMMENT ; Inspired by Dimas Suryo's Photograph
Aku
Jengah memandang
Petikan merah langit yang terlalu menghadirkan bayangmu
Selamat senja
Kantin Sastra FIB UI
June 17th, 2009
Aku
Jengah memandang
Petikan merah langit yang terlalu menghadirkan bayangmu
Selamat senja
Kantin Sastra FIB UI
June 17th, 2009
Saturday, 11 July 2009
DURI
Tubuh ini terkapar rapuh berdentum duri-duri menampak luka pada diri sendiri
Hasrat terbenam mendera lara, sukma yang terpenjara saat kuncup itu mengecup
Berhatilah merengkuh jikalau keruh menusuk dan gejolakmu luruh
Saat itu aku menjuntai pekat, namun kau menyiasati percik serpihan menjadi mozaik, mengurainya menjadi resah
Merasuki sendi-sendi perih bersama riak tanpa keringat, hamparan jengah
Kenapa sudah menggelayut pada rerimbun duka, aku ingin melihat sorot matamu yang layuh
Karena tubuh ini berduri berselimut nyeri, tubuhku
Bahkan hanya pada kulit arimu, aku tak kuasa
Seperti daun terhanyut di aliran sungai, aku hanya bisa menyeringai
July 5th and July 9th, 2009
Hasrat terbenam mendera lara, sukma yang terpenjara saat kuncup itu mengecup
Berhatilah merengkuh jikalau keruh menusuk dan gejolakmu luruh
Saat itu aku menjuntai pekat, namun kau menyiasati percik serpihan menjadi mozaik, mengurainya menjadi resah
Merasuki sendi-sendi perih bersama riak tanpa keringat, hamparan jengah
Kenapa sudah menggelayut pada rerimbun duka, aku ingin melihat sorot matamu yang layuh
Karena tubuh ini berduri berselimut nyeri, tubuhku
Bahkan hanya pada kulit arimu, aku tak kuasa
Seperti daun terhanyut di aliran sungai, aku hanya bisa menyeringai
July 5th and July 9th, 2009
Friday, 10 July 2009
Untuk Yang Merengkuh Jejaring Hati
Cahaya di juntaian metropolitan itu berkejar-kejaran
Bergelimangan di liku sorotan
Beku ini melayang rasuki dan memaki
Pada lempeng bening hari ini
Masih..
July 10th, 2009
Gedung 7 FIB UI
18:04
Bergelimangan di liku sorotan
Beku ini melayang rasuki dan memaki
Pada lempeng bening hari ini
Masih..
July 10th, 2009
Gedung 7 FIB UI
18:04
Subscribe to:
Posts (Atom)
