Tuesday, 25 August 2009

BOHONG

dengar-dengar ada yang meletak lentera yang dipantera pada sebuah ruangan
mengetuk jejumput kerisauan di kelindan malam
tapi aku hanya melihat baju yang kau kenakan itu samar
membawa pergi titik cahaya yang pernah redup hingga berdegup



August 25th, 2009

Saturday, 22 August 2009

KALA

KALA

Kala bentang hidup kau tapaki, satu demi satu tertinggalah masa. Menelusur tiap keping kenangan. Dan yang masih tersisa kau genggam bersama waktu, di antara jeda tiap kedip detiknya. Mereka, tubuh-tubuh yang datang dengan beragam lebam di hadapmu. Mendaki gegap cerita bersama, dari yang haru sampai goresan baru. Umur dapat lebur saat hembusannya membuat kau tersadar bahwa kau belum berbuat apa-apa di usiamu yang menanjak kepala dua. Segala pilihan berembun layuh di percik peluhmu. Berapa banyak hingar bingar dan semerbak yang tertimbun di pucuk pengharapanmu? Jikalau dapat aku memejam dalam ricik doa, menghujam hanya ingin seonggok daging itu tetap berjiwa dirimu seperti sedia Kala...

"Selamat Hari Ulang Tahun !"



August 16th, 2009
23:29

Sunday, 26 July 2009

Ruang Rasa

Masihkah secangkir kopi yang kau minum tadi malam terasa pahit seperti malam-malam sebelumnya?

Dalam retak seringai jarum jam yang selalu ingin kau putar, karna lelah menantiku

Disini, di ruang rasa, kita berjumpa



Banten, July 24th 2009

SOSOK

Degup pada ranah buaian jiwa tak kunjung redup

Salahkah aku jika mulai takut kehilangannya?


July 16th, 2009
21:16

GOLDEN MOMMENT

GOLDEN MOMMENT ; Inspired by Dimas Suryo's Photograph

Aku
Jengah memandang
Petikan merah langit yang terlalu menghadirkan bayangmu
Selamat senja


Kantin Sastra FIB UI
June 17th, 2009

Saturday, 11 July 2009

DURI

Tubuh ini terkapar rapuh berdentum duri-duri menampak luka pada diri sendiri

Hasrat terbenam mendera lara, sukma yang terpenjara saat kuncup itu mengecup

Berhatilah merengkuh jikalau keruh menusuk dan gejolakmu luruh

Saat itu aku menjuntai pekat, namun kau menyiasati percik serpihan menjadi mozaik, mengurainya menjadi resah

Merasuki sendi-sendi perih bersama riak tanpa keringat, hamparan jengah

Kenapa sudah menggelayut pada rerimbun duka, aku ingin melihat sorot matamu yang layuh

Karena tubuh ini berduri berselimut nyeri, tubuhku

Bahkan hanya pada kulit arimu, aku tak kuasa

Seperti daun terhanyut di aliran sungai, aku hanya bisa menyeringai



July 5th and July 9th, 2009

Friday, 10 July 2009

Untuk Yang Merengkuh Jejaring Hati

Cahaya di juntaian metropolitan itu berkejar-kejaran
Bergelimangan di liku sorotan
Beku ini melayang rasuki dan memaki
Pada lempeng bening hari ini
Masih..



July 10th, 2009
Gedung 7 FIB UI
18:04

Monday, 29 June 2009

Selusin Wajah

Ada derit meninggalkan bongkahan lapuk
Segelimangan tubuh menjajah keringat
Suara menyusup mengepak kantuk
Diantara bidikan jarum jam
Terseok-seok bersama senja

Selusin wajah itu..

Menggores bau asing, melupa derita
Hisap tembakau di depan surau

Selusin Wajah itu..

Memainkan percikan api di selimut malam
Diikuti gesekan kisah-kisah galau
Pada tapakan rimbunan lumut kotor
Di tepian kemarau
Satu hati untuk berbagi



June 27th, 2009
Desa Sajira, Rangkas Bitung

Saturday, 27 June 2009

Masihkah Engkau

Malam ini langit menelangsa sejumput senyum bercahaya

Mengirim sorot pada cengkramaan rekam besi tak bergurat sisi

Suara hati parau gelisah diseruput senja tadi

Indah tetapi resah



Sajira, Rangkas Bitung
June 27th, 2009
23:42

Monday, 22 June 2009

Rindu

Aku merindukanmu seperti meniup ribuan lilin yang tak ingin kupadamkan

Seperti pelupuk tanah yang merindukan daun berguguran luput dari dahan


June 23rd, 2009
Ruang BEM FIB UI
11:25